Sistem Pembesaran Belut Agar Cepat Di Panen Dalam Hitungan Bulan

Diposting pada

Budidaya belut merupakan salah satu jenis budidaya yang ada di Indonesia. Jumlah konsumen belut makin hari makin bertambah. Jika hanya mengandalkan hasil alam saja, mungkin permintaannya tidak akan bisa terpenuhi. Karena itulah, orang-orang mulai membudidayakan belut agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

Sebelum memulai pembudidayaan, terlebih dahulu pembudidaya dihadapkan oleh dua pilihan. Dua pilihan yaitu apakah akan membudidayakan belut di bagian pembenihan atau membudidayakan belut di bagian pembesaran.

Advertisements

Dan pada kesempatan kali ini, kita hannya akan membahas tentang bagaimana caranya membudidayakan belut di bagian pembesaran.

Apa itu tahap budidaya pembesaran belut? Budidaya pembesaran belut adalah suatu kegiatan pemeliharaan belut untuk menghasilkan belut sesuai dengan permintaan pasar.

Saat ini pasar lokal lebih memilih belut dengan ukuran 11-14 ekor/kg nya. Sedangkan untuk pasar luar negeri, setiap negara berbeda-berbeda permintaannya. Contohnya seperti Cina, ukuran belut yang dimintanya adalah 21-29 ekor/kg nya, negara Hongkong ukuran belut yang dibutuhkan adalah 12 ekor/kg nya.

Sistem Pembesaran Belut Agar Cepat Di Panen Dalam Hitungan Bulan

Sistem Pembesaran Belut Agar Cepat Di Panen

Ada sebagian pembudidaya Belut yang memasarkan belutnya di pasar luar. Lalu, dimanakah nantinya Anda akan memasarkan hasil budidaya belut Anda? Dimana pun Anda akan memasarkan hasil budidaya Anda, yang terpenting adalah Anda harus mengetahui lebih lanjut ukuran berapakah yang pada saat itu dibutuhkan oleh pasaran. Tujuannya agar ada pasar yang mau menerima belut hasil budidaya Anda.

Budidaya pembesaran belut dengan budidaya pembenihan belut sebenarnya tidak jauh berbeda. Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah lahan. Setelah lahan tersedia hal yang harus dipersiapkan selanjutnya adalah wadah.

Wadah merupakan hal yang wajib disediakan karena wadah inilah yang digunakan untuk membudidayakan belut. Wadah yang digunakan dapat beurpa kolam. Kolam untuk kegiatan pembesaran berupa kolam beton, kolam tanah, kolam terpal atau bisa juga menggunakan wadah berupa drum dan toren.

Di dalam wadah tersebut harus diisi dengan media. Media yang digunakan dapat berupa media campuran antara jerami padi, pelepah pisang, tanah atau lumpur, serta pupuk kandang. namun saat ini ada beberapa media lainnya seperti bekatu, bekas budidaya jamur, atau bahkan kompos juga bisa digunakan untuk media pembesaran benih.

Ingatlah, media yang digunakan adalah media yang sudah matang secara sempurna. Tujuannya adalah agar belut terhindar dari zat yang terkandung di dalam media yang masih belut matang sempurna karena zat tersebut sangat membahayakan belut.

Sebelum dimasukkan media, wadah harus dibersihkan terlebih dahulu agar terbebas dari bibit-bibit yang dapat menyebabkan hama dan penyakit. Selain itu, singkirkan juga benda-benda berbahaya seperti paku, botol, dan benda-benda  lainnya yang berbahaya agar belut tidak terluka akibat benda-benda tersebut.

Advertisements

Setelah itu, media baru bisa dimasukkan ke dalam wadah. Masukkan juga air ke dalam wadah. Suplai air yang masuk ke dalam wadah harus berjalan dengna baik agar keberhasilan budidaya belut dapat semakin meningkat.

Ketinggian air yang ada di dalam wadah harus dikontrol setiap harinya agar tidak melebihi atau kurang dari ketinggian yang telah ditetapkan.

Teknik Melakukan Pendederan Belut

Apa yang dimaksud dengan teknik pendederan? Teknik pendederan belut merupakan suatu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan pada belut yang masih kecil hingga ukuran belut jauh lebih besar. Tidak hanya belut saja, teknik pendederan ini juga dapat dilakukan pada hewan lainnya yang dibudidayakan.

Namun kali ini, kita hanya akan membahas tentang bagaimana caranya teknik pendederan benih yang baik bagi belut. Benih yang telah didederkan tersebutlah yang nantinya digunakan sebagai belut untuk kegiatan pembesaran.

Tidak semua benih belut dapat didederkan. Hanya benih yang telah berumur 30 hari atau ukurannya telah mencapai 6 cm sajalah yang bisa didederkan.

Di dalam melakukan pendederan, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh seorang pembudidaya. Dan beberapa tahap tersebut diantaranya sebagai berikut.

  • Pendederan Belut Pertama

Pendederan pertama ini dilakukan pada saat 14 hari atau dua minggu setelah anakan dijaga oleh induknya. Setelah menetas, induk jantan dan induk betina akan menjaga anak-anaknya. Setelah dua minggu, induk jantan dan induk betina akan meninggalkan anak-anaknya untuk mencari makan.

Pada saat itulah kondisi yang tepat untuk memindahkan anak-anak belut ke kolam pendederan. Pendederan pada tahap pertama ini dilakukan selama 30 hari atau panjangnya sudah mencapai kurang lebih 12 cm.

Pendederan pertama dilakukan dengan menggunakan media pendederan berupa lumpur yang sudah lembut, tidak mengandung benda-benda yang dapat membahayakan belut, mengandung banyak nuturisi serta tidak kasar.

Karena ini merupakan tahap pendederan awal, maka dari itu, kolam tempat pendederannya pun hanya dibuat dengna ukuran kecil. Selama di dalam kolam pendederan ini, benih perlu diberikan pakan. Pakan yang diberikan sebaiknya pakan alami karena lebih bagus dibandingkan dengan pakan buatan.

  • Pendederan Belut Kedua

Tahap pendederan hanya ada dua, tahap pendederan pertama telah kita bahas, dan sekarang kita akan membahas tentang tahap pendederan kedua. Tahap pendederan kedua ini dilakukan setelah tahap pendederan pertama telah selesai dilakukan atau tepatnya satu bulan setelah benih dimasukkan ke dalam kolam di tahap pendederan pertama.

Karena disini ukuran belut sudah tidak seperti tahap pendederan pertama, jadi kolamnya dibuat lebih panjang lagi. Tujuannya agar kolam tersebut tidak terlalu sempit dan jika terlalu sempi dapat menyebabkan belut tidak nyaman berada di dalamnya.

Sama halnya pada saat kita melakukan tahap pendederan yang pertama, tahap pendederan yang kedua ini, benih belut juga perlu diberikan pakan. Pakan yang diberikan dapat berupa cacing sutera, jentik nyamuk, hingga kutu air pun juga dapat diberikan pada benih belut yang satu ini.

Sampai kapankah benih berada di dalam kolam pendederan? Benih berada di kolam pendederan hingga satu bulan atau benih telah berukuran kurang lebih 14 cm. Pada saat itu, benih tidak lagi dipindahkan ke dalam kolam pendederan selanjutnya melainkan sudah digunakan untuk kegiatan pembesaran.

Advertisements