Pemindahan Telur Gurami Setelah Siap Pemijahan Induk

Diposting pada

Setelah proses pemijahan induk gurami telah dilakukan, dilanjutkan dengan proses pemanenan telur. Proses pemanenan telur ikan gurami dilakukan kira-kira sekitar 3-7 hari setelah telur berada di dalam sarang.

Telur dapat dipindahkan dengan cara mengangkat sarang yang berisi telur. Lakukan hal ini dengna hati-hati agar telur tidak terjatuh. Apabila sarang telah terangkat, pindahkan sarang sesegera mungkin ke dalam ember yang sudah berisi air yang diambil dari kolam pemijahan.

Advertisements

Tujuan dari pemindahan telur dari kolam pemijahan ke dalam ember adalah agar telur dapat menetas dengan aman tanpa ada binatang yang akan memangsa telur-telur tersebut. Terutama ketika sudah menetas, benih gurami akan lebih rentan terhadap serangan binatang pemangsa.

Setelah sarang telur dipindahkan ke dalam ember yang berisi air kolam pemijahan, biarkan ember tersebut mengapung diatas kolam pemijahan.

Apa tujuan dari membiarkan sarang yang ada di dalam ember mengapung diatas kolam pemijahan? Tujuannya adalah agar suhu dari ember tersebut tetap stabil karena mengingat tidak setiap air memiliki suhu yang sama.

Pemindahan Telur Gurami Setelah Siap Pemijahan Induk

Pemindahan Telur Gurami

Kondisi air yang suhunya tidak stabil dapat menyebabkan kematian pada telur. Karena itulah sangat penting untuk membiarkan telur selama beberapa saat diatas permukaan air kolam pemijahan.

Beberapa saat setelah telur berada diatas air kolam pemijahan, selanjutnya telur-telur tersebut dibawa ke dalam tempat penetasan telur.

Advertisements

Ketika dipindahkan ke dalam tempat penetasan telur, disitulah nantinya kita akan tahu ada beberapa telur gurami yang mati. Matinya telur gurami bukan karena tidak ada sebabnya. Penyebab utamanya adalah tidak terbuahi sperma.

Penyebab lainnya adalah karena lingkungan yang tidak mendukung. Lingkungan yang tidak mendukung itu contohnya seperti suhu air yang tidak stabil, oksigen yang tiak tersuplai dengan baik, serta pengaruh lingkungan lainnya.

Telur yang sudah mati akan memperlihatkan tanda-tandanya. Tanda bahwa sebuah telur telah mati adalah warna dari telur tersebut berubah menjadi berwarna kusam dan jika diletakkan di tempat yang bercahaya tidak akan terlihat transparan layaknya seperti telur yang sudah mati.

Lain halnya dengan telur yang masih hidup akan terlihat berwarna lebih cerah dan jika diterangi akan terlihat transparan dan terlihat ada warna kuning di dalamnya.

Memilih tempat Penetas telur Gurami

Tempat penetasan biasanya dilakukan di dalam akuarium penetasan. Telur yang akan dimasukkan ke dalam akuarium penetasan sebaiknya dihitung jumlahnya terlebih dahulu. Tujuannya agar kita tahu berapa banyak jumlah benih yang akan dihasilkan nantinya setelah telur-telur tersebut menetas.

Akuarium yang digunakan untuk menetaskan telur biasanya berukuran kurang lebih 120 cm x 60 cm x 50 cm. Ukuran tersebut mampu mengisi kurang lebih 1000-2000 telur.

Namun setelah telur-telur tersebut menetas dan menjadi benih, kapasitasnya dapat dikurangi yang semula 2000 menjadi 1000. Tujuannya agar benih tidak hidup secara berdesakan di dalam akuarium tersebut.

Semakin bertambah besar benih, semakin dikurangi pula benih yang ada di dalam akuarium tersebut dan  benih-benih dipindahkan ke akuarium lainnya. Begitu seterusnya hingga benih siap untuk dijual.

Advertisements