Media Wajib Digunakan Untuk Budidaya Belut

Diposting pada

Media yang digunakan untuk budidaya belut tidak selamanya harus di dalam wadah. Ada juga media yang digunakan di luar wadah. Ada sebagian pembudidaya belut yang lebih suka membudidayakan belut dengan menggunakan media di laur wadah karena lebih bagus walaupun sedikit rumit.

Banyak orang yang menyalah artikan media di luar wadah. Mereka menggangap bahwa media di luar wadah merupakan media yang digunakan untuk budidaya belut namun tidak berada di dalam suatu wadah.

Advertisements

Pernyataan tersebut sebenarnya sangat salah karena yang dimaksud dengan media di luar wadah adalah media yang digunakan untuk budidaya belut dimana setiap media dipisahkan dan diolah terlebih dahulu secara masing-masing lalu dicampurkan ke dalam wadah apabila sudah siap.

Ada beberapa kelebihan jika kita menggunakan media di luar wadah. Salah satu kelebihannya adalah tingkat kematangan media yang dapat dikontrol karena setiap media yang digunakan harus media yang sudah benar-benar matang agar tidak ada bakteri yang membahayakan bagi belut.

Penggunaan media di luar wadah ini sangat tidak praktis jika digunakan untuk budidaya belut dalam skala besar. Mengapa begitu? Karena pada umumnya budidaya belut dalam skala besar menggunakan wadah dalam ukuran besar seperti kolam terpal sehingga sulit jika menggunakan media di luar wadah ini.

Media Wajib Digunakan Untuk Budidaya Belut

Media Wajib Digunakan Untuk Budidaya Belut

Penggunaan media di luar wadah ini hanya bisa dan cocok digunakan untuk budidaya belut dalam skala kecil saja. Lantas, bagaimanakah cara pencampuran media di luar wadah yang benar? Berikut ini cara pencampuran media di luar wadah yang benar.

  • Media Tanah
  1. Pertama-tama, siapkan terlebih dahulu tanah lumpur atau bisa juga diganti engan tanah sawah.
  2. Jika tidak ada kedua jenis tanah tersebut, ganti dengan tanah kebun.
  3. Gemburkan tanah dengan cara mencampurkan air lalu diinjak dengan kaki hingga tanah benar-benar gembur.
  4. Jika ada benda yang tajam atau sejenisnya buang hingga benar-benar tidak ada lagi benda seperti itu.
  5. Setelah itu, tanah ditutup dengan menggunakan terpal selama satu malam saja.
  6. Tanah siap untuk digunakan.
  • Media Jerami

Cara pembuatannya adalah sebagai beriut.

  1. Sediakan jerami sesuai dengan kebutuhan.
  2. Potong kecil-kecil dengan ukuran 4 cm.
  3. Jemur jerami hingga benar-benar kering.
  4. Masukkan jerami ke dalam wadah yang kedap udara.
  5. Tambahkan biostater ke dalam wadah tersebut.
  6. Lalu tutup wadah.
  7. Diamkan hingga satu bulan penuh. Tujuannya agar jerami kering seluruhnya.
  8. Jerami pun siap untuk digunakan sebagai media budidaya belut.

Media Pupuk Kandang

Cara pembuatannya adalah sebagai berikut.

  1. Sediakan pupuk kandang yang sudah matang.
  2. Bersihkan dari media yang tidak dibutuhkan.
  3. Jemur hingga kering merata.
  4. Masukkan pupuk kandang ke dalam wadah seperti tong.
  5. Tambahkan sedikit saja biodekomposer.
  6. Tutup lalu diamkan selama 4 minggu lamanya.
  7. Media pupuk kandang pun siap untuk digunakan.

Mencampur Dan Komposisi media yang di butuhkan Untuk Budidaya Belut

Media merupakan hal yang paling dibutuhkan di dalam membudidayakan belut. Media yang digunakan tidak selamanya air. Ada beberapa media lainnya yang juga dapat digunakan untuk membudidayakan belut.

Advertisements

Contoh media tersebut seperti lumpur, pelepah pisang, dedak, pupuk kandang, jerami, kompos, serta beberapa media lainnya yang dapat digunakan untuk membudidayakan belut.

Karena mengingat pentingnya media di dalam membudidayakan belut, maka dari itu, setelah mempersiapkan lokasi setelah itu persiapkan pula media untuk budidaya. Persiapan media yang dilakukan untuk budidaya pembenihan dan pembesaran belut.

Media yang sudah kita sediakan selanjutnya akan kita campurkan menjadi satu sehingga di dapatkanlah sa tu media yang utuh. Untuk mendapatkan campuran media yang utuh, komposisi untuk pencampuran harus sesuai. Jangan ada yang terlalu berlebihan namun jangan pula ada yang kurang.

Selain komposisi, ada beberapa hal lainnya yang harus dipertimbangkan untuk mendapatkan suatu media yang utuh. Kali ini kita akan membahas tentang beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk mendapatkan suatu media yang utuh termasuk membahas tentang komposisi media yang benar.

Komposisi Media

Komposisi media atau yang juga sering disebut dengan formulasi media tidak ada patokan tersendiri karena selama ini komposisi media yang digunakan hanya berdasarkan dengan pengalaman dari si pembudidaya.

Setiap pembudidaya belut pasti memiliki cara tersendiri tentang bagaimana cara menyusun bahan-bahan sehingga di dapatkan media yang utuh. Berikut ini akan diuraikan beberapa cara yang dapat digunakan di dalam menyusun formula untuk mendapatkan media budidaya belut yang utuh.

  1. Berdasarkan persentase jumlah. Cara ini merupakan cara menyusun formula dengan memperlihatkan perhitungan dari jumlah media yang digunakan. Contohnya seperti menyusun jerami padi, pupuk kandang, lumpur, dan pelepah pisang. Untuk jerami sekitar 40%, untuk pupuk kandang sekitar 30%, untuk lumpur sekitar 10%, dan yang terakhir untuk pelepah pisang sekitar 20%.
  2. Berdasarkan ketinggian lapisan bahan media. Cara ini bisa digunakan jika pembudidaya ingin menyusun formula berdasarkan ketinggian lapisan bahan media. contohnya seperti lumpur sawah dengan ketinggian 20 cm, di atasnya diberikan pupuk kandang dengan ketinggian 10 cm, di atasnya lagi dilapisi dengan jerami 20 cm, diatasnya pelepah pisang 10 cm, dan begitulah seterusnya hingga bahan yang digunakan habis digunakan.

Itulah beberapa cara yang dapat digunakan di dalam menyusun formula  untuk mendapatkan media budidaya belut yang utuh.

Penyusunan formula tidak hanya dapat dilakukan di dalam wadah seperti yang telah disebutkan di atas namun juga dapat dilakukan di luar wadah. Salah satu contohnya seperti mencampurkan lumpur dan beberapa media lainnya yang kemudian dicampurkan hingga tercampur secara merata. Pencampuran tersebut dilakukan di luar wadah.

Ingatlah, selalu gunakan media yang sudah matang sempurna karena media yang sudah matang sempurna tidak mengandung zat-zat yang dapat membahayakan belut.

Lain halnya dengan media yang belum matang pada umumnya masih mengandung zat yang sangat berbahaya bagi belut bahkan dapat menyebabkan belut menjadi mati.

Advertisements