Kolam Terbaik Untuk Pembesaran Belut Cepat Panen

Diposting pada

Kegiatan pembesaran belut merupakan salah satu kegiatan yang ada di dalam budidaya belut. Kegiatan pembesaran belut dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan belut yang sesuai dengan permintaan pasar pada saat itu juga.

Berbicara mengenai kegiatan pembesaran belut, kegiatan pembesaran belut ini dapat dilakukan dimana saja. Baik itu di daerah dataran rendah maupun daerah dataran tinggi.

Advertisements

Kunci sukses dari budidaya pembesaran belut bukanlah dimana belut tersebut dibudidayakan melainkan benih yang digunakan. Benih yang digunakan harus benih yang berkualitas agar menghasilkan belut yang berkualitas pula.

Setelah didapatkan benih yang berkualitas, faktor lainnya seperti lingkungan merupakan faktor pendukung yang akan membuat budidaya tersebutĀ  dapat berhasil.

Salah satu faktor pendukung tersebut seperti kolam. Kolam merupakan hal yang wajib ada karena kolam ini digunakan sebagai tempat dimana belut akan dibudidayakan. Kolam yang digunakan untuk membudidayakan belut terbagi atas beberapa jenis.

Kolam Untuk Pembesaran Belut Cepat Panen

Kolam Terbaik Untuk Pembesaran Belut Cepat Panen

Lantas, apa sajakah jenis kolam yang bisa digunakan untuk membudidayakan belut? Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis kolam yang bisa digunakan untuk membudidayakan belut.

  • Kolam Tanah

Kolam tanah merupakan salah satu jenis kolam yang banyak digunakan untuk budidaya pembesaran belut. Banyaknya orang yang menggunakan kolam tanah dikarenakan media yang ada di dalam kolam tanah suhunya stabil sepanjang hari. Media dengan suhu yang stabil setiap harinya membuat belut nyaman tinggal di dalam kolam tersebut.

/Ada beberapa kolam dengan suhu media yang tidak stabil. Akibatnya, belut akan kehilangan nafsu makannya karena mengalami stres. Jika diteruskan, lama kelamaan belut akan mati dan jika terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kegagalan panen.

Ukuran kolam tanah dibuat disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, buatlah pematang kolam karena banyak kasus yang terjadi dimana belut menerobos keluar kolam karena tidak diberi pematang kolam. Karena itulah sangat dianjurkan untuk membuat pematang kolam.

  • Kolam Beton

Selain kolam tanah, kolam beton juga bagus digunakan untuk budidaya pembesaran belut. Keunggulan yang dimiliki oleh kolam beton adalah dari segi fisik kolam ini akan bertahan lama dibandingkan dengan kolam tanah.

Sama seperti halnya dengan kolam tanah, kolam beton ini juga dapat membuat media dan suhu yang ada di dalam kolam dapat stabil sepanjang hari.

Sirkulasi air yang ada di dalam kolam beton juga lebih cenderung stabil. Tahukah Anda bahwa sirkulasi air yang bagus dan stabil dapat menjamin pasokan oksigen bagi belut di dalam kolam? Ya, sirkulasi air yang bagus dan stabil memang dapat menjamin pasokan oksigen bagi belut di dalam kolam.

  • Drum

Tidak hanya kolam saja yang bisa digunakan untuk budidaya belut namun drum juga bisa digunakan untuk budidaya pembesaran belut. Drum yang digunakan sebaiknya drum yang diameternya luas sehingga tidak membuat belut merasa tidak nyaman ada di dalam drum tersebut.

Advertisements

Alternatif Lain media Budidaya pembesaran Belut

Media yang digunakan untuk budidaya belut pada umumnya yang sudah sering dipakai seperti jerami, lumpur, pupuk kandang, dan lain sebagainya. Namun tahukah Anda bahwa media untuk budidaya belut juga ada media alternatifnya?

Ya, media untuk budidaya belut memang ada untuk media alternatifnya. Akhir-akhir ini banyak pembudidaya yang lebih sering menggunakan media alternatif dibandingkan dengan media lainnya karena dianggap lebih praktis dibandingkan dengan media lainnya.

Komposisi media yang digunakan juga beragam. Semuanya tergantung pada pembudidaya itu sendiri. Alternatif media untuk budidaya belut ada beberapa macam. Dan diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Alternatif Pertama

Alternatif pertama ini merupakan alternatif media yang paling umum dan yang paling sederhana dibandingkan dengan alternatif media lainnya. Dikatakan paling umum karena memang paling banyak digunakan. Ketinggian media ini kurang lebih 42-49 cm. Berikut ini cara penyusunannya.

  1. Masukkan tanah lumpur atau tanah sawah atau pun tanah humus sebagai dasar dari wadah. Ketinggiannya sekitar 9 cm.
  2. Masukkan pula jerami dengan ketinggian 12 cm.
  3. Masukkan cincangan pelepah pisang sebagai pelapis ketiga dengan ketinggian 11 cm.
  4. Masukkan lumpur dengan ketinggian 6 cm.
  5. Masukkan pupuk kandang dengan ketinggian 12 cm.
  6. Dan yang terakhir masukkan air dengan ketingian 6 cm.
  • Alternatif Kedua

Alternatif kedua ini dibuat dengan ketinggian kurang lebih 58 cm.

  1. Untuk bagian dasarnya, masukkan jerami sebanyak 28 %.
  2. Masukkan pupuk kandang sebanyak 38%.
  3. Masukkan cincangan pelepah pisang sebanyak 12%.
  4. Masukkan larutan mikrostater sebanyak setengah dan campurkan dengan 22 liter air.
  5. Masukkan tanah sawah atau juga bisa diganti dengan tanah lumpur.
  6. Dan terakhir masukkan air dengan ketinggian 6 cm.
  • Alternatif Ketiga

Ketinggian alternatif ketiga ini sekitar 92-98 cm.

  1. Masukkan pupuk kandang sebagai bagian dasarnya setinggi 6 cm.
  2. Masukkan tanah sawah atau tanah lumpur setinggi 21 cm.
  3. Masukkan kembali tanah sawah atau tanah lumpur setinggi 12 cm.
  4. Masukkan kompos setinggi 6 cm.
  5. Masukkan kembali tanah sawah atau tanah lumpur setinggi 12 cm.
  6. Masukkan jerami setinggi 16 cm.
  7. Masukkan kembali tanah sawah atau tanah lumpur dengan ketinggian 22 cm.
  8. Taburkan cincangan pelepah pisang hingga permukaan wadah dapat tertutupi.
  9. Masukkan campuran mikrostater setengah liter dan 22 liter air ke dalam wadah.
  • Alternatif Keempat

Alternatif keempat ini sangat sederhana karena tidak harus menggunakan bahan-bahan yang rumit. Ketinggiannya kurang lebih 75 cm.

  1. Masukkan tanah lumpur dengan ketinggian 48 cm.
  2. Masukkan air setinggi 4 cm.
  3. Dan terakhir masukkan pupuk kandang setinggi 22 cm.

Dari alternatif media yang telah kita bahas diatas, kesimpulannya adalah media yang digunakan untuk budidaya belut tidak hanya terdiri atas satu jenis saja tetapi juga terdiri atas berbagai macam jenis dan seluruhnya bisa digunakan asalkan dengan syarat bahan yang digunakan harus matang sempurna agar tidak ada bakteri yang dapat membahayakan belut.

Advertisements