Cara Budidaya Belut Di Air Jernih Serta kandungan Tanahnya

Diposting pada

Setiap hal yang dibudidayakan baik itu tumbuhan maupun hewan sekalipun juga membutuhkan media. Termasuk salah satunya adalah di dalam membudidayakan belut. Di dalam membudidayakan belut, media merupakan hal yang paling terpenting.

Apa maksud dari media budidaya belut ini sebenarnya? Maksud dari media budidaya belut adalah bahan yang digunakan sebagai tempat untuk belut hidup serta tumbuh dan berkembang. Selama di karantina atau dibudidayakan, belut akan hidup pada media tersebut hingga pada akhirnya dijual kepada konsumen.

Advertisements

Karena belut akan menempati media tersebut dalam jangka waktu yang lama, maka tempat atau media yang digunakan harus nyaman pada saat dipakai. Media pembudidayaan ini sangat diperlukan pada pembudidayaan belut terlebih lagi pada saat pembenihan belut.

Media ini akan menentukan berhasil atau tidaknya budidaya belut yang kita lakukan. Tidak semua media cocok untuk belut.

Jika media yang digunakan cocok untuk belut, maka keberhasilan di dalam membudidayakan belut sudah hampir 50%. Sedangkan untuk setengah nya lagi atau lima puluh persennya lagi bisa didapatkan dari faktor-faktor lainnya.

Cara Budidaya Belut Di Air Jernih Serta kandungan Tanahnya

Cara Budidaya Belut Di Air Jernih Serta kandungan Tanahnya

Media yang digunakan untuk membudidayakan belut dapat terdiri atas satu jenis namun ada juga yang mencapurkan beberapa jenis media. contohnya seperti percampuran antara media pupuk kandang, lumpur, jerami padi, pelepah pisang, dan kompos yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah tempat dimana budidaya belut dilakukan.

Suatu media dapat dikatakan berkualitas untuk dijadikan sebagai media budidaya belut apabila  memenuhi beberapa persyaratan. Dan beberapa persyaratan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Subur

Subur merupakan persyaratan yang harus ada di dalam media yang digunakan untuk membudidayakan belut. Sebagai contoh salah satu media seperti tanah atau lumpur yang digunakan merupakan tanah atau lumpur yang subur. Apa tujuannya?

Tujuannya adalah agar media yang subur dapat merangsang tumbuhnya pakan alami untuk belut. Pakan alami tidak dapat tumbuh dengan subur jika tidak di tanah atau lumpur yang subur. Karena itu pilihlah media tanah atau belut yang subur agar menghasilkan pakan alami untuk belut.

  • Mengandung Nutrisi

Pastikan media yang digunakan untuk budidaya belut mengandung nutrisi karena nutrisi berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan organisme yang digunakan sebagai makanan dari belut.

Advertisements

Tanpa adanya kandungan nutrisi, mikroorganisme atau organisme tidak akan tumbuh dengan sempurna dan dengan cepat akibatnya belut akan mengalami kelaparan karena ketersediaan makanan mikroorganisme tidak ada yang berkembang.

  • Gembur

Media yang gembur berfungsi agar belut dapat membuat lubang tempat ia bersembunyi sebagai salah satu bentuk penyelamatan diri pada saat musuh mulai menyerang. Tanpa adanya tanah yang gembur maka belut tidak akan bisa membuat lubang yang digunakan untuk bersembunyi.

Dan itulah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu media jika ingin menjadi media untuk budidaya belut.

 

  • Pupuk Kandang

Pupuk kandang dapat digunakan sebagai media untuk membuidayakan belut. Pupuk kandang bisa kita dapatkan melalui kotoran hewan ternak. Kotoran hewan yang bagus untuk membudidayakan belut adalah kotoran hewan sapi atau kambing. Namun beberapa kotoran seperti itik, ayam, kerbau, puyuh, kelinci, domba, dan kuda juga bagus jika digunakan sebagai pupuk untuk budidaya belut.

Di dalam memilih pupuk kandang, pilihlah pupuk kandang yang memang benar-benar matang sempurna. Jika yang dipilih merupakan pupuk kandang yang tidak matang dapat menyebabkan belut mati. Mengapa sampai mati? Karena di dalam pupuk kandang yang tidak matang mengandung gas metana. Gas metana ini sangat berbahaya bagi belut sehingga menyebabkan belut mati.

  • Lumpur

Dari sekian banyak jenis media, jenis media lumpur inilah yang paling banyak digunakan di dalam membudidayakan belut. Hal ini dikarenakan lumpur merupakan tempat asal dari belut sehingga belut lebih mudah dirawat dengan media lumpur dibandingkan dengan media lainnya.

Tidak semua jenis lumpur dapat digunakan untuk membudidayakan belut. Hanya lumpur yang gembur, liar,, serta mengandung banyak nutrisi sajalah yang bsia digunakan untuk membudidayakan belut.

Lumpur yang seperti itu bisa kita dapatkan di rawa-rawa, sawah, pinggiran danau, saluran irigasi, sungai, serta selokan. Sama halnya seperti pupuk kandang, lumpur yang kita gunakan juga harus matang. Lumpur yang matang banyak mengandung humus terutama pada bagian permukaan lumpur.

  • Batang Pisang

Batang pisang juga bisa digunakan sebagai media untuk budidaya belut. Batang pisang yang digunakan merupakan batang pisang yang terdapat pada batang semu. Pelepah pisang atau batang pisang ini merupakan media yang sangat bagus.

Mengapa dikatakan sebagai media yang sangat bagus? Karena pelepah pisang ini mengandung plankton. Plankton ini merupakan makanan alami yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan cara seperti ini, kita tidak perlu memberikan pakan alami lagi karena sudah ada di dalam media yang kita siapkan.

Selain itu, pelepah pisang juga bisa digunakan sebagai penyerap zat dan gas beracun yang ada di dalam lumpur atau air karena disebabkan oleh proses fermentasi.

Tahukah Anda bahwa membudidayakan belut di dalam air merupakan inovasi terbaru setelah adanya penyelidikan? Ya, budidaya belut di dalam air memang merupakan inovasi terbaru.

Jika Anda ingin membudidayakan belut di dalam air, maka Anda harus mengetahui betul bagaimana caranya membudidayakan belut dengan benar sesuai dengan yang dianjurkan karena budidaya belut di dalam air sedikit sulit dibandingkan di dalam lumpur.

Advertisements